HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KUALITAS HIDUP PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI 2 PUSKESMAS DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Ferdinan Sihombing*, Yessi Niati**, Adayana Friskila***

Abstrak
ABSTRAK Latar Belakang Perubahan faktor fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan dapat memengaruhi kualitas hidup individu yang menua,dan ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak, termasuk dari keluarga. Temuan Purnamasari (2017) dari 101 peserta Prolanis di sebuah puskesmas 25% peserta memiliki kualitas hidup yang buruk. Penelitian Niati (2019) terkait status gizi peserta Prolanis menemukan bahwa 6,9% dari respondennya memiliki berat badan di bawah normal dan 45,1% dengan berat badan berlebih. Tujuan Untuk melihat hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan kualitas hidup peserta Prolanis. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian survei analitik dan dengan rancangan penelitiancross sectional. Variabel penelitiannya adalah IMT dan kualitas hidup. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Pearson Product Moment dengan╬▒=0,05. Hasil Dari hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta menghitung IMT diketahui 52% peserta Prolanis memiliki IMT tidak normal, serta 13,7% memiliki kualitas hidup yang rendah. Hasil uji statistik Pearson Product Moment terhadap hubungan IMT dan kualitas hidup didapatkan nilai p = 1,000, nilai ini lebih besar dari ╬▒ (0,05) dan r = 0,0. Simpulan Tidak ada hubungan antara IMT dan kualitas hidup peserta Prolanis di 2 puskesmas di Kabupaten Bandung Barat. Kata kunci: Indeks massa tubuh, kualitas hidup, Prolanis
 



© 2014 copyright | Design & Programming by ICT STIKES Santo Borromeus